CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tuesday, October 23, 2012

Mengais Masa lalu (Dwitasari)


Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu 
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan
 
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
 
Seakan-akan sosokmu nyata
 
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan
 
Yang merusak kebahagiaan
Dalam kenangan 
kau seret aku perlahan
 
Menuju masa yang harusnya aku lupakan
 
Hingga aku kelelahan
 
Hingga aku sadar
 
bahwa aku sedang dipermainkan
Inikah caramu menyakitiku? 
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
 
Apa dengan melihat tangisku
 
itu berarti bahagia buatmu?
 
Apa dengan menorehkan luka di hatiku
 
berarti kemenangan bagimu?
Siapa aku di matamu? 
Hingga begitu sulit kau melepaskanku dari jeratanmu
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia? 
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
 
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan?
 
Kapan kau ajari aku kebebasan?
Ajari aku caranya melupakan
Meniadakan segala kecemasan
 
Meniadakan segala kenangan
Nyatanya derai air mataku 
Hanya disebabkan olehmu
Ajari aku caranya melupakan 
Sehingga aku lupa caranya menangis
 
Sehingga aku lupa caranya meratap
 
Karena aku selalu kenal air mata
Aku hanya ingin tertawa 
Sehingga hati aku
 
mati rasa akan luka


@Dwitasari


Thursday, October 18, 2012


Ketika Aku Mencoba Untuk Menyayangimu, apakah kamu Akan berusaha Melupakan aku ? :’)

~ilma Malyana ahmad


Kalau aku sudah mencoba berusaha untuk meyakinkanmu bahwa aku yang terbaik, apa kah kau akan menghargai itu ?

                                                                         ~ilma Malyana ahmad


Kalau Aku Sahabat Terbaikmu, Apakah Dia sahabat Paling Baik Bagimu ? :’)

4 Jam Lalu Aku Masih Menuggumu


Aku seorang yang menggemari sastra, memahami, mengerti dan membuatnya. Awalnya aku kira ini hanya hobi, ternyata ini cita-cita yang tidak pernah aku duga.
     Dia, seseorang yang semakin membuatku menyukain sastra, membuatku menyukai sebuah syair yang bermaksud menyayangi, syair yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa. Dia membuatku menyukai sebuah cerpen, yang bermaksud menceritakan segala perasaanku padanya. Dia juga membuatku mulai menyukai menunggu. Menunggunya untuk menyukaiku, menunggunya untuk terlebih dahulu mengutamakan perasaannya padaku.
     Dia seseorang yang acuh tapi tak pernah membuatku jenuh menanti. Dia seseorang yang egois tapi tak pernah membuatku menangis karna lama menunggu. Aku tau dia tak menyukaiku, aku tau diapun tak tau bahwa aku menyukainya.
     Banyak karya sastra yang sudah kuhasilkan, mayoritas berkisahkan tentang dia, tentang bagaimana perasaanku untuknya. Pernah aku berniat untuk memberikan 1 cerpen hasilku untuknya, tentang perasaanku yang kuubah perannya menjadi orang lain.
     Aku menemuinya di sekolah, mengatakan bahwa sore ini aku ingin menemuinya di taman dekat danau kota. Walaupun ia tetap acuh dengan apa yang kubicarakan, tetapi ia masih menghargaiku, ia bilang ia akan datang nanti sore untuk menemuiku.
     Pukul 3 sore, dengn hati yang tidak menentu, dengan perasaan yang masih simpang siur, aku menunggunya di kursi taman dekat danau kota. Satujam berlalu, jam 4 sudah lewat, iapun belum datang, tapi aku tetap yakin ia datang. Tiba-tiba hujan turun, air hujan yang membuatku menjadi basah kuyup karna menunggunya di kursi taman itu, hingga pukul 5 sore, hujan belum juga reda, sama seperti dia belum juga datang.
     Dalam hati, mulai ada perasaan yang membuatku lelah untuk menunggunya, hujan yang belum juga reda, menuntunku untuk menurunkan hujan baru dari mataku, entah mengapa aku harus meyakin nangis, sedangkan aku yakin bahwa ia akan datang. Tak terasa pukul 7 malam, menjadikanku merubah semua perasaanku, menjadikan aku membuang semua perasaanku membuang semua perasaanku yang sudah ku tuliskan melalui sastra.
     Baru kali ini, dan mungkin hanya ini, rasa kejenuhanku mulai tumbuh, rasa pesimisku mulai hadir. Dan hatiku yang lelah membawaku untuk pulang, membuang apa yang telah aku siapkan untuknya yang sudah luntur terbasahi derasnya hujan dan air mata.
Aku tak tau engkau datang atau tidak ketaman itu, yang jelas 4 jam lalu aku masih menunggumu, dengan seluruh perasaanku. Dan mulai aku beranjak dengan seluruh kekecewaanku, aku tak akan menunggumu lagi. 

Tuesday, October 9, 2012


Belajarlah Sebisa Kau Mengingat, Ingatlah Pelajaran Sebisamu :D

Wednesday, September 26, 2012

kalau kau bisa rasa, rasakanlah aku cemburu :')

   Lihat ? air mataku hari ini kembali terlukis di lekuk pipiku. entah apa yang aku tangisi, yang jelas tentang kepedihan hati seorang perempuan yang masih menanti. awalnya aku rasa biasa, aku melihatnya bahagia, aku bisa melihatnya tertawa, bahkan lebih leluasa dan itu tanpa kehadiranku. Aku hanya melihat, bukan aku yang ada disitu :)
Dengar ? Jeritanku yang memohon pada Tuhan agar kau tidak pergi dariku untuk kemudian bersamanya, menjalin sesuatu yang baru. "Tuhan aku mohon tidak, aku mohon tempatkan ia bersamaku" barkali kali aku teriakan itu dalam hati, jeritan atas keperihannku melihat mu bersama orang yang lain :)
Merasakan kah ? Dorongan hatiku yang mendorong terus hatimu untuk tetap dekat dengan hatiku. untuk tetap bersama, rasakah kau tentang itu ? :)

   Mungkin, biar aku jauh dulu darimu.
   Agar kau bisa bernafas tanpa hadirku yang menyempitkan rongga paru-parumu.
   Agar aku pun bisa melihat, apakah kau akan merasa kehilangan aku dari hidupmu.
  Tidak kah kau sadar ?
Tidak kah kau LIHAT ?
Tidak kah kau DENGAR ? 
Tidak kah kau MERASAKAN ?

Kalau kau bisa rasa, rasakanlah aku cemburu :')

Tuesday, September 18, 2012

Ketika Kau Buang Segalanya Kemarin Sore :')

  Aku hanya seorang penulis sknario, tidak menjadi pemain, tidak berperan dan hanya diam memikirkan kelanjutan ceritaku. Dia, seseorang yang ku kagumi, pemain di ceritaku, bahkan dia peran utama didalamnya.
Ku jadiakan dia seseorang yang sangat baik dalam cerita, walau dalam kenyataannya dia adalah orang yang acuh, tidak memperdulikan sekitarnya, namun sangat pandai.
kubuat dirinya selalu terlihat baik dalam ceritaku, ku buat 180 derajat berbeda dengan yang nyatanya :) walau aku harus berbohong dalam ceritaku tentang wataknya yang berbeda, tapi apakah aku salah jika aku ingin bisa tersenyum, ketika nanti ceritaku selesai dan aku membacanya ulang :)
setelah 1 bulan, aku berhasil menyelesaikan cerita itu :) niatku ingin memberikannya pada dia, agar dia bisa membaca dan secara tidak langsung sama seperti dia membaca hatiku.
Setelah dia mau menerimanya di sore itu, langsung dia membacanya didepanku dan bertanya "siapa tokoh lelaki ini ?" dan spontan ku jawab "kamu". Dan secara spontan juga dia melemparnya jauh dari genggaman tangannya dan berkata "untuk apa kau tulis semua kebohongan itu ? aku adalah aku, aku tidak pernah merasakan diriku  sama seperti yang kau tuliskan itu! untuk apa pula kau berikan itu padaku, aku jelas sangat tidak suka membacanya! pergi kau jangan usik dan bawa aku dalam hidupmu kembali!" jawabnya yang menggetarkan badanku, menghentikan sejenak helaan nafasku, dan membuat air mataku terjatuh berlumur teruraikan diwajah lelahku.
Saat itu yang terfikirkan "seakan aku sampah dimatamu" :')
   dan rasanya sakit Ketika Kau Buang Segalanya Kemarin Sore :')