CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, February 17, 2013

Sesal ini milik dan karnamu :')

Kalau kau sedang bersama aku, apakah pernah kau buka mata hatimu untuk aku ? Membuka cakrawala petualangan hatimu dalam hatiku. Menutup lembaran lamamu saat ada aku dan tak ada aku.

Pernah sesaat, seolah kau acuhkan rasaku, menentang segala yang aku beri tulus, abaikan segala perlakuanku.
Tapi kau akhirnya kembali, memberi segala yang kau tentang, meng-iya-kan segala perlakuanku. seolah kau tak pernah membuatku hancur.
     Silahkan kau lakukan itu.
     Silahkan kau cabik getir hidupku.
     Silahkan kau ambil, ya, ambil sesal ini.

Sesal ini milik dan karnamu :')

Tuesday, November 6, 2012

ada yang gugur (Ilma Malyana Ahmad)

ada daun yang gugur di pintu rumahku
kekuningan warnanya, tanda segalanya berakhir

ada daun yang gugur di jendela rumahku
hitam warnanya, tanda segalanya terlambat

ada ranting tajam, pecahkan kaca rumahku
runcing belingnya, tanda segalanya pupus

apa yang terjadi ?
apa yang aku lewati ?
kala aku datang dan mencari
yang ada hanya mayat mayat yang terbaring lusuh di sini


Thursday, October 25, 2012

izinkan putar balik keadaan

Kala hujan disore ini hadir, membasahi permukaan yang awalnya sudah basah karna hujan kecil sebelumnya.
Air mataku, turun menanti hadirmu, membicarakan sesuatu yang sanggat aku tunggu.
Saat itu, disaat kau katakan "Aku menyayangimu", disaat kau hadir datang sebagai sang pelipur rindu.
   Dan kini, disaat ini, saat yang berbeda dengan saat yang lalu.
   Menikmati hujan yang tak pernah membawamu hadir kembali.
   Untuk mengatakan hal yang sama.
Sesal ini menuntunku untuk hidup sakit terpuruk tanpamu dimasa depan.
Berjuang untuk tegar, bersabar untuk sesuatu yang mungkin hasilnya akan besar.
Walau nyatanya nihil.
   Andai masa lalu itu aku rekam, agar bisa aku ubah dan kusimpan dalam kaset kecil.
   Mungkin hidupku tidak seperti ini.
   Tertinggal jauh dengan kenangan yang sedikit demi sedikit menghilang dari ingatanku.
Tuhan, kalau waktu kau izinkan untuk memutar balik keadaan.
Aku hanya ingin merekam kisah itu
menjadi Kaset lama tentangnya, namun kenangan yang tidak pernah usai bagiku :')

Wednesday, October 24, 2012

Tuhan, Peluk Aku (Y Alfriyanti)




Tuhan,
kemarilah turun ke sini
injak tanah ini dan peluk aku
lalu rasakan telapak kaki
yang terpanggang
tanah kering terpecah karena panas
gulungan ombak yang menari
daun daun jati yang kering rontok dan sebagian terbakar
aku jejaki pantura
hampir setiap senti
kau pun kuharap begitu
Tuhan,
kemarilah
turun kesini, lebih dekat lagi
rasakan angin kering
yang menyelusup lewat pori pori
mata mata yang menyedihkan
kau lihat kan Tuhan?

Inikah Teguran-Mu ? yang harusnya bukan untukku ? :”)


Aku seseorang yang sulit, bahkan tidak mampu untuk melihat orang lain yang dekat denganku harus menjauh. Rasanya yang buatku tidak menentu. Padahal bukan hak ku untuk menentukan mereka harus dekat atau tidak. Hampir sama seperti ibuku. Bagi beberapa orang mungkin tidak perduli dengan sikap orang yang mungkin ingin menjauh atau mendekat. Sedangkan aku, sangat berbeda.
Mendengar celotehan mereka yang kadang membangkitkan hati, dan mendengar ocehan mereka yang kadang harus bisa menegarkan hati sendiri. Awalnya, aku tidak perduli pada apapun yang mereka katakan, yang penting mereka ada untukku, untuk bisa membuatku bahagia walau entah hati mereka seperti apa.
Akhir-akhir ini, sering, bahkan hampir setiap hari, yang aku dengar dari mereka hanya ocehan, bukan celoteh yang membangkitkan. Seakan hari hari yang awalnya kebahagiaan, harus berganti, berputar menjadi sebaliknya, menjadi hari yang tidak pernah diinginkan.
Lama kelamaan, jenuh jenuh jenuh yang berputar di otakku, bukan ini yang aku inginkan. Telingaku yang mendengung mendengar kata bising yang terucap melalui mulut-mulut tidak terjaga dari hati yang sudah ternoda. Ah,, Tuhan, aku LELAH !
Inikah Teguran-Mu ? yang harusnya bukan untukku ? :)

Wednesday, September 26, 2012

kalau kau bisa rasa, rasakanlah aku cemburu :')

   Lihat ? air mataku hari ini kembali terlukis di lekuk pipiku. entah apa yang aku tangisi, yang jelas tentang kepedihan hati seorang perempuan yang masih menanti. awalnya aku rasa biasa, aku melihatnya bahagia, aku bisa melihatnya tertawa, bahkan lebih leluasa dan itu tanpa kehadiranku. Aku hanya melihat, bukan aku yang ada disitu :)
Dengar ? Jeritanku yang memohon pada Tuhan agar kau tidak pergi dariku untuk kemudian bersamanya, menjalin sesuatu yang baru. "Tuhan aku mohon tidak, aku mohon tempatkan ia bersamaku" barkali kali aku teriakan itu dalam hati, jeritan atas keperihannku melihat mu bersama orang yang lain :)
Merasakan kah ? Dorongan hatiku yang mendorong terus hatimu untuk tetap dekat dengan hatiku. untuk tetap bersama, rasakah kau tentang itu ? :)

   Mungkin, biar aku jauh dulu darimu.
   Agar kau bisa bernafas tanpa hadirku yang menyempitkan rongga paru-parumu.
   Agar aku pun bisa melihat, apakah kau akan merasa kehilangan aku dari hidupmu.
  Tidak kah kau sadar ?
Tidak kah kau LIHAT ?
Tidak kah kau DENGAR ? 
Tidak kah kau MERASAKAN ?

Kalau kau bisa rasa, rasakanlah aku cemburu :')

Tuesday, July 31, 2012

Menjagamu :)

Aku sang suara LANTANG ! meneriakan keadilan, meneriakan kemerdekaan
Aku sang jiwa PEMBERANI ! rela mati untukmu rela terluka untukmu
Aku sang hati KOKOH ! siap menerima yang buruk siap menerima yang menyakitkan

Karna aku terlatih untuk selalu MENJAGAMU
Dengan suara LANTANGku, dengan jiwa PEMBERANIku, dan dengan hati KOKOHku :)